Cara Mendeteksi Kiprok Rusak (Regulator Motor) | MarahmeraH.Com

Cara Mendeteksi Kiprok Rusak (Regulator Motor)

kiprok

Cara Mendeteksi Kiprok Rusak

Marahmerah.Com – Kiprok merupakan komponen kelistrikan pada sepeda motor. Kiprok harus dalam keadaan yang bagus jika ingin mempuyai motor yang normal. Selain AKI Komponen kelistrikan pada motor ini juga sangat penting jika tidak akan merugikan pengguna motor.

Sebuah kendaraan bermotor wajib memiliki dan memerlukan energi kelistrikan untuk banyak hal. seperti halnya untuk klakson, penerangan dan system untuk kelistrikan mesin itu sendiri.

Apa Fungsi Kiprok, bagaimana kerjanya?

Kelistrikan pada mobil atau motor sebenernya dihasilkan oleh tenaga putar, yakni setelah komponen diputar oleh mesin akan menghasilkan energi listrik. Aki bukan merupakan sumber kelistrikan pada motor maupun mobil, akan tetapi Aki hanya sebagai komponen untuk penyimpanan energi listrik saja.

Komponen yang menghasilkan listrik dari tenaga putar yaitu alternator. Alternator bekerja merubah energi putaran mesin menjadi energi listrik untuk pengisian AKI, penerangan dan kelistrikan mobil itu sendiri.

Fungsi kiprok adalah Mengatur tegangan dalam pengisian AKI oleh putaran alternator yang menghasilkan listrik, hal ini bergantung pada RPM mesin. RPM mesin rendah tegangan yang dihasilkan alternator rendah, begitupun saat RPM tinggi tegangan yang dihasilkan juga tinggi. Maka dari itu fungsi kiprok sangat di perlukan.

Baca Juga: Perbandingan Busi Racing dan Busi Standart

Bagaimana cara Mendeteksi Kiprok yang Rusak?

1. Pengecekan dengan Mulstitester/Voltmeter

Cara mendeteksi kiprok rusak dengan multitester. Cara pengecekan pada sistem pengisian akan lebih akurat jika menggunakan multitester Berikut langkahnya:

    • Sebelum motor dihidupkan, Ukur tegangan aki memakai avometer (seting volt dc), atau jika memakai indikator tegangan aki bisa melihat tegangan aki saat posisi kunci kontak ON. Disini tegangan aki normal sekitar 12,50 volt dan dibawah 11,00 volt aki dikatakan soak atau drop.
    • Hidupkan sepeda motor dan putar grip gas sampai RPM 8.000. Kemudian lihat hasil pengukuran pada voltmeter.

jika tegangan yang diukur lebih kecil dari tegangan awal, maka kiprok rusak atau ada kerusakan pada spul pengisian.Jika tegangan yang diukur lebih dari 16 volt (over charge), Kemungkinan kiprok bukan original atau barang kw. Keadaan overcharge yang dibiarkan secara terus menerus akan dapat merusak Aki dan CDI atau ECM pada Sistem Injeksi motor.

Baca Juga: Dyno Test Apa Fungsinya? Perlukah Untuk Mesin?

2. Mendeteksi kiprok rusak dengan Cara di Raba

Pengecekan kiprok pada metode kedua ini cukup simple yakni cari posisi kiprok berada, jika di raba dirasa memiliki hawa panas yang berlebih pada komponen tersebut maka bias dipastikan kiprok rusak. Komponen ini merupakan komponen yang bias di bilang inti pada motor. Karena jika kiprok ini tidak bekerja dengan baik selain penerangan dan kelistrikan motor bermasalah dan Pengisian aki pun akan bermasalah membuat AKI cepat rusak.

Demikian bahasan blog otomotif marahmerah mengenai cara mendeteksi kiprok rusak. Dari kedua cara di atas paling di anjurkan untuk pengecekan kiprok dengan cara pertama. Semoga membantu dan meningkatkan pengertian dalam otomotif yang membantu anda untuk menyelesaikan permasalahan tentang otomotif di perjalanan.