Fungsi Blok Silinder (Cylinder Block), dan Jenis-Jenisnya

Pada kesempatan kali ini marahmerah.com akan membahas seputar tentang blok silinder (Cylinder Block) yang menjadi komponen utama dalam mesin kendaraan selain kepala silinder dan kedua komponen ini saling berperan sebagai penghasil tenaga laju kendaraan dengan proses pembakaran. Blok silinder memiliki bentuk yang berbeda beda tergantung pada tipe mesin mobil itu sendiri. Pada sistem pembakaran mesin terdapat riang bakar yang sering di sebut internal combustion engine, sistem kerja pembakaran ini terjadi karena peran beberapa komponen mesin terutama blok silinder, piston, kepala silinder dan bagian bagian lainya yang menempel pada komponen utama tersebut.

Blok Silinder (Cylinder Block) Mobil

Terjadinya pembakaran mesin pada ruang bakar terjadi karena adanya piston yang bekerja naik turun, yakni bekerja melakukan langkah Isap, Kompresi, Usaha, dan Buang untuk mesin 4tak, sedangkan yang berperan untuk mendapatkan langkah-langkah tersebut piston berada pada dalam tabung silinder yang diletakkan di sebuak blok, nah blok ini lah yang di sebut sebagai blok silinder. Untuk Mesin Bensin dan Mesin Diesel blok silinder tidak memiliki perbedaan semua mekanisme dan bentuknya pun hampir sama.

Fungsi Blok Silinder

Bahan material untuk blok silinder ini jaman dahulu masih menggunakan bahan keseluruhan besi tuang, sehingga banyak kalangan pengguna mobil dan pemilik bengkel menilai bahwa blok silinder pada masa dahulu terkenal sangat kokoh. Namun dengan perkembangan jaman dan teknologi yang makin canggih saat ini blok silinder di desain dengan menggunakan bahan campuran besi tuang dan aluminium, hal ini selain untuk menghemas biaya juga mengurangi  beban dan dapat lebih baik untuk meradiasikan panas. Kendaraan-kendaraan yang sudah menggunakan blok mesin berbahan aluminium saat ini adalah seperti Mitsubishi Expander, Daihatsu Ayla, All New Yaris, Innova Venturer, dan pokoknya mobil-mobil keluaran diatas 2000an.

Fungsi Blok Silinder (Cylinder Block)

Blok silinder memang memiliki peran yang sangat penting dalam sisitem penghasil tenaga putar pada mobil, yakni sangat berperan untuk menghasilkan pembakaran dengan sistem kerja menopang gerakan piston naik turun untuk menghasilkan langkah ISAP,KOMPRESI, USAHA, dan BUANG. untuk lebih jelasnya fungsi blok silinder adalah:

  1. Fungsi Blok Silinder sebagai tempat atau rumah dudukan silinder dan kepala silinder.
  2. Fungsi Blok Silinder sebagai tempat jalur sistem pendingin mesin yakni Water Jacket yang akan bersirkulasi ke Radiator.
  3. Fungsi Blok Silinder sebagai Penopang gerakan piston naik turun saat langkah isap, kompresi, usaha, dan buang.
  4. Fungsi Blok Silinder sebagai tempat mekanisme poros engkol (termasuk Poros Engkol, Metal duduk, Metal Jalan,Con rod, Piston, dll)
  5. Fungsi Blok Silinder sebagai komponen yang berperan sebagai penunjang proses pembakaran untuk menghasilkan tenaga putar pada mesin.

Jenis-Jenis Blok Silinder

Blok silinder memiliki kinerja yang sangat penting ini memiliki persaratan yang wajib yakni harus keras dan kaku, untuk menghindari perubahan elastisitas pada bentuknya itu sendiri. Kemudian denga kinerja mesin yang dimungkinkan untuk bekerja dalam waktu yang lama blok silinder harus memiliki bahan yang kuat dan tentunya juga memiliki beban yang ringan, serta harus didukung dengan pendinginan yang bagus makanya di desain menggunakan waterjacket. Blok silinder memiliki jenis yang berbeda-beda, berikut penjelasan mengenai Jenis-jenis Blok Silinder.

  1. Blok Silinder Tipe In Line: Blok silinder ini memiliki bentuk dan rancangan dengan lubang silinder atau piston dengan pemasangan dalam satu baris yang sama. Tipe silinder ini memiliki konstruksi yang sederhana, perawatan mudah dan tidak memiliki getaran yang lebih, cocok di gunakan untuk mesin bersilinder 4 keatas. Tidak cocok digunakan 3 silinder.
  2. Blok Silinder Tioe V: Blok mesin ini di desain dengan rancangan lubang silinder atau piston dengan pemasangan atau konstruksi berbentuk V (V-Shape). Konstuksi ini sangat cocok digunakan untuk mesin dengan cc besar yakni 6 silinder keatas, dan tipe ini memungkinkan untuk mengurangi panjang dan tinggi mesin.
  3. Blok Silinder Tipe Horizontal Berlawanan: Blok silonder ini dirancang dengan silinder berlawanan sehingga pemasangan piston pun berlawanan satu sama lainya, tipe ini sangat jarang digunakan karena memiliki pusat grafitasi yang sangat rendah.
  4. Blok Silinder Tipe Miring (Slant): Blok silinder ini dirancang hampir mirip dengan tipe in-line yakni dengan silinder segaris, akan tetapi dibuat sedikit miring ke arah suatu sisi. Desain ini dirancang untuk mengurangi tinggi mesin.

Demilian bahasan marahmerah.com kali ini mengenai Fungsi Blok Silinder (Cylinder Block), dan Jenis-Jenisnya, semoga bermanfaat.