7 Tari Tradisional Indonesia yang Populer dengan Propertinya

Informasi Umum

by MarahmeraH 32 views

7 Tari Tradisional Indonesia yang Populer dengan Propertinya Tari Tradisional Indonesia yang Populer…

Tari Tradisional Indonesia yang Populer dengan Propertinya - Indonesia adalah sebuah negara dengan suku dan budaya terbesar di dunia. Salah satu kekayaan peninggalan budayanya yakni dalam bidang Kesenian Tari Tradisional.

Di setiap provinsi yang ada di Indonesia, masing-masing memiliki tari tradisional mereka, dengan serangkaian keunikan, ciri khas dan pemaknaan yang berbeda, itulah salah satu alasan mengapa simbol negara ini adalah Bhinneka Tunggal Ika, tetap satu meski terdapat banyak perbedaan.

Di samping itu, kekayaan yang kita nikmati saat ini tidak lepas dari peran tokoh-tokoh bersejarah Nusantara di masa lampau. Untuk itu, sudah menjadi tugas kita semua selaku para generasi penerus, untuk senantiasa menjaga, melindungi dan melestarikan kekayaan budaya yang ada.

Nah, pada artikel ini, Kami akan menguraikan beberapa Tari Tradisional di Indonesia, yang populer karena properti yang digunakan saat pementasannya. Properti tersebut menjadi ikon dan kriteria khusus pada tarian itu sendiri. Berikut, ulasannya :

1. Tari Piring Sumatera Barat

Yang pertama adalah Tari Piring, sesuai dengan namanya, Piring menjadi properti utama dalam tarian ini. Menurut berbagai sumber, Tari Piring sudah ada sejak zaman dimana Islam belum masuk ke ranah Minang, digunakan untuk menyembah para Dewa.

Namun setelah Islam masuk dan menjadi mayoritas di sana, Fungsi dan makna Tari Piring diubah, yang akhirnya dijadikan sebagai pujian dan ucapan rasa syukur, saat musim panen tiba dengan hasil yang melimpah.

Tari Piring dimainkan oleh beberapa penari campuran pria dan wanita, dengan pakain khas Minangkabau, diiringi musik tradisional seperti Gendang, Saluang, Talempong dan sejenisnya.

Total gerakan dalam Tari Piring berjumlah 17 gerakan, dengan masing-masing memiliki pemaknaan yang beragam, di mana keseluruhannya menceritakan tentang proses bercocok tanam di sawah, mulai dari masa menanam hingga panen.

2. Tari Kipas

Yang kedua adalah Tari Kipas, salah salah satu tarian adat asal Gowa, Sulawesi Selatan. Kipas menjadi properti utama dalam tarian ini. Menurut mitos, Tari Kipas sudah ada sejak zaman kejayaan Kerajaan Gowa di masa lampau.

Tari Kipas dimainkan oleh oleh kaum wanita, dengan jumlah penari yakni 10 orang. Untuk perihal busana, terlihat jelas dan terang warna merah muda, dengan kain yang dipalut di pinggang, serta penutup kepala khas Sulawesi Selatan.

Makna Tari Kipas sendiri tergambar jelas dari gerakan-gerakannya, yakni mendeskripsikan kelembutan, karakter halus dan ketenangan wanita-wanita Gowa. Namun dari sisi musik pengiring, terdengar semarak dan bergemuruh, menggambarkan ketegasan kaum prianya.

3. Tari Kuda Lumping

Tari Tradisional Indonesia yang Populer karena Propertinya selanjutnya adalah Tari Kuda Lumping, sebuah kesenian tari daerah yang sangat populer dan berasal serta berkembang di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Tidak bisa dipungkiri, Tari Kuda Lumping benar-benar mengusung hal mistis didalamnya, ini terpampang jelas dari beberapa gerakannya, sebut saja seperti kesurupan, berjalan di atas pecahan beling, memakan bara api dan hal-hal tidak masuk akal lainnya.

Makna Tari Kuda Lumping sendiri ada dua, yang pertama adalah penggambaran watak asli Manusia, ada yang baik dan ada pula yang jahat. Yang kedua adalah mengajak semua orang untuk percaya bahwa alam gaib itu ada.

4. Tari Baksa Kembang

Berikutnya adalah Tari Baksa Kembang asal Kalimantan Selatan. Kembang berarti Bunga, yang menjadi properti utama. Tarian ini dimainkan oleh kaum wanita, baik secara tunggal maupun berkelompok, dengan jumlah penari yang harus ganjil.

Tari Baksa Kembang digunakan untuk menyambut para tamu terhormat atau tokoh-tokoh penting yang berkunjung ke Kalimantan Selatan. Gerakannya mengekspresikan wanita yang tengah berada di taman dan sedang memetik bunga.

Busana yang digunakan ialah busana khas Tari Baksa Kembang, dengan ciri khas mahkota penutup kepalanya yang terbuat dari Kembang   Bogam bernama Gajah Gemuling, serta selendang yang digunakan untuk menari.

5. Tari Bondan

Tari Tradisional yang populer dengan properti yang digunakan selanjutnya yakni Tari Bondan, berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Properti yang digunakan dalam tarian ini adalah payung kertas, kendil dan boneka bayi yang di gendong penari.

Tari Bondan bercerita tentang kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Ini terlihat jelas dari gerakan-gerakannya, mulai dari menggendong boneka bayi di satu tangan dan mengayun-ayunkannya, satu tangannya lagi memegang payung dan memain-mainkanya.

Uniknya lagi, kendil yang ada diletakkan di lantai, kemudian diinjak dan diatas itulah para penari melakukan aksinya. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menjaga keseimbangan agar tidak terpeleset atau terjatuh selama proses pertunjukan.

6. Tari Payung

Tari Payung adalah salah satu Tari Tradisional populer asal Sumatera Barat. Tarian ini menggunakan sebuah payung sebagai properti utamanya, penari akan memainkan payung tersebut seirama dengan gerakan-gerakanya yang dinamis, ciamik dan beragam.

Tari Payung biasanya dimainkan oleh 4 sampai 8 penari secara berpasangan antara pria dan wanita, diiringi musik asli Minangkabau, dengan peralatan musik seperti gendang, Saluang dan lagu pengiringnya.

Makna Tari Payung sendiri bercerita tentang pergaulan muda-mudi di Ranah Minang. Sedangkan payung yang dipakai melambangkan perlindungan terhadap hal-hal negatif dalam pergaulan. Tarian ini sering dibawakan dalam berbagai acara, baik resmi maupun non resmi.

7. Tari Lenso

Tarian ini berasal dan berkembang di Maluku dan Minahasa, Sulawesi Utara. Lenso sendiri artinya adalah Sapu tangan, yang dijadikan properti utama dalam tarian ini.

Tari Lenso dimainkan secara massal / beramai-ramai, dan akan sering terlihat pada berbagai event, diantaranya saat pesta pernikahan, perayaan hari-hari besar hingga kala masa panen tiba.

Selain itu, tarian ini juga dijadikan sebagai acang pencarian jodoh, di mana saputangan dijadikan lambang tanda cinta. Jika saputangan diterima oleh si wanita, maka tandanya cinta juga diterima. Seiring perkembangannya, properti penunjang lainnya yakni selendang, yang bermakna sama dengan saputangan di atas.

Penutup
Demikianlah ulasan kali ini mengenai 7 Tari Tradisional Indonesia yang Populer dengan properti yang digunakan. Semoga ulasan kali ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Terima kasih.